Adiet INside

BEKU…

Apa yang terjadi jika sebuah komunikasi membeku?

Seperti perbuatan baik dan buruk selalu ada sepasang pilihan untuk menjawabnya, perbaiki atau tinggalkan..

Yupz itulah pilihan yang sepertinya harus aku hadapi..
hmm pasti ada yang bertanya tanya kok aku ngebahas ini seh..
Aku sendiri juga gak tau sebenarnya apa yang terjadi…

Selama ini dalam berkomunikasi aku selalu berpedoman sama keterbukaan dan kejujuran..
Kalau ada yang mengganjal.. Ada yang dipendam atau ada emosi baiknya dikeluarin aja..
kenapa harus dipendam dan pura pura gak ada masalah?

Bukankah terbuka lebih baik karena setelah itu kita bisa denger penjelasan atau menyampaikan penjelasan dan sama sama dicari jalan keluarnya,titik temu dari akar permasalahannya.. Simple kan?

Meski kadang juga sulit tergantung level perkenalannya.. Kalau ketemu dengan kawan atau partner komunikasi yang sama sama mengerti dan punya prinsip sama sih mudah..
Kalo enggak? Semua bisa berantakan termasuk resiko kehilangan teman.. Kalo bisa jangan deh..

Tapi begitulah nggak selamanya prinsip dan pedoman aku itu menghasilkan sesuatu yang baik terlebih jika kawan yang dihadapi memiliki sifat keras dan kadang kekanakan,sehingga apapun usaha yang aku lakukan untuk mencairkan kebekuan selalu sia sia dan terkesan memaksa..
Dan itu aku sadari sebagai suatu Resiko..

Well kalo memang gak bisa diperbaiki? Bekukan saja atau didiamkan aja kali ya?
Dan ini mungkin pilihan terburuk tapi tetap sebuah pilihan.. Tragis dan Ironis banget.. Seperti kata pepatah panas setahun nggak terasa akibat hujan sehari..
Arggggh.. sulit memang… Jika segala cara nggak menemukan perubahan.. Apa memang harus dibekukan??

PS:
Sekedar membuang gundah yang ada di hati berharap semua baik kembali…

Iklan

27 Mei 2009 Posted by | Uncategorized | 11 Komentar